Ulasan – Kulari to the Beach


467 shares
Ulasan - Kulari to the Beach

Ulasan – Kulari to the Beach

ditulis oleh Rangga Adithia pada 6 Juli 2018 di Children and CinemaTherapy and Film Indonesia tanpa komentar

Kulari ke hutan lalu bernyanyi untukku. Kulari ke pantai lalu aku berteriak. Kesepian, kesepian dan sendirian, aku benci. Saya ingin kegilaan yang saya inginkan di pasar. Puisi Rangga, yang ditulis 16 tahun lalu, tidak ada hubungannya dengan film Kulari Ke Pantai, terutama dengan What Up Up Love? (tapi mungkin keduanya di alam semesta yang sama, mengingat penampilan karakter Milly dan Mamet di awal film). Saya hanya langsung ingat puisi itu, karena kesamaan isi kalimat "Kulari ke pantai" yang kemudian dijadikan judul oleh Mira Lesmana dan Riri Riza. Menurut judulnya, kita memang akan diundang untuk "berlari" mengikuti bocah pantai, Sam (Maisha Kanna) dan ibunya, Uci (Marsha Timothy) dan juga sepupu Sam, Happy (Lil & # 39; li Latisha ), dalam perjalanan yang menyenangkan dari Jakarta menuju Banyuwangi. 1000 kilometer jelajahi pantai pulau Jawa, nikmati pantai-pantai indah, petualangan ke tempat-tempat menarik, dan bertemu teman baru. Saya suka duduk di mobil, di belakang Happy hanya mainan mobil, mendengarkan cerita yang menghadirkan senyum lebar dan hati bahagia.

Sesampainya di Rote, Nusa Tenggara Timur, saya tidak hanya disambut oleh hamparan pasir pantai yang hangat, tetapi juga dianut oleh keramahan orang-orang. Sam muncul, menebarkan keceriaan dan keceriaan di antara deretan anak-anak berseragam merah dan putih yang baru saja kembali dari sekolah. Secara alami, melihat raut wajah Sam yang berseri-seri untuk memberikan kegembiraan, liburan telah tiba, hore-hore, sudah waktunya untuk melakukan misi penting yang telah lama direncanakan, berjalan-jalan bersama dengan Ibu, dari Jakarta dan akhir. temui surfer Sam idola, di pantai G-Land. Saya kemudian bertemu Happy, dibandingkan 180 derajat dengan Sam, seorang bocah lelaki kota yang tidak pernah terpisah dari ponsel, dan mengatakan bahwa bahasa Inggris sama seperti Sis Cinta Laura. Dulu Sam sangat akrab dengan Happy, dipisahkan oleh jarak dan jarang bertemu rasanya membuat keintiman terkikis, kini sama-sama tampak seperti air bercampur minyak. Misi sedikit berubah, untuk menyatukan kembali hubungan antara Sam dan sepupunya, Happy terpaksa ikut dalam perjalanan. Tidak sabar untuk memulai perjalanan, itu pasti akan menyenangkan.

Rasanya seperti memberi judul Kulari ke Pantai, tidak hanya mewakili suasana pantai yang akan mendominasi durasinya, tetapi mendengar kalimatnya saja, kita sudah bisa mencium aroma kegembiraan. Membayangkan kaki terkubur dengan hangat di pasir, tubuh menabrak ombak, kulit menghitam oleh sengatan matahari, lidah berubah asin, dan angin berhembus ke wajahnya ketika matanya terpejam. Oh, alangkah baiknya kulari pergi ke pantai, apalagi aku jarang jalan-jalan. Dididihkan oleh gangster oleh Gina S Noer, Mira Lesmana, Riri Riza, dan Arie Kriting, Kulari Ke Pantai melaju dengan mendongeng, disertai dialog yang membantu kami merasa seolah-olah kami sedang mengobrol menyenangkan. Sambil menyisipkan pesan yang mendidik tanpa terdengar merendahkan, memungkinkan penonton untuk belajar dan terinspirasi, bahkan dari adegan yang terlihat sederhana, seperti ketika Sam secara heroik membela Happy dari ancaman Wahyu dan gengnya. Saya juga belajar pelajaran itu, tidak hanya mereka, audiensi anak-anak yang juga diharapkan tidak hanya membawa sukacita di rumah, tetapi juga nilai-nilai baik yang tersebar di Kulari ke Pantai.

Pemandangan yang indah dan tempat yang mengasyikkan, tentu saja, membuat jalan-jalan Sam lebih menyenangkan, dari melemparkan dirinya ke pantai Watu Karung, di Pacitan hingga menyaksikan matahari terbit di Bromo. Kulari Ke Pantai akan memanjakan kita dengan pesona alam Pulau Jawa yang disajikan dengan penuh keagungan melalui sinematografi yang diproses oleh Gunnar Nimpuno (Rindu Purnama, 2011), termasuk ketika kita diundang untuk pergi ke Taman Nasional Baluran. Namun, Kulari Ke Pantai tidak hanya tentang tempat wisata, karena sisi bercerita juga menghadirkan atraksi yang menarik serta interaksi yang menarik antara karakter, antara Ibu dan Sam, serta antara Sam dan Happy. Berjalan yang tidak hanya memberikan pengalaman menyenangkan bepergian ke lokasi yang fantastis, Kulari to the Beach juga memberikan kenangan manis, terutama tentang persahabatan sejati sejati, bukan berpura-pura. Ditemani oleh lagu-lagu yang diundang untuk bernyanyi, film oleh Riri Riza berjalan dengan lancar sehingga menjadi tontonan yang benar-benar menghibur bagi seluruh keluarga. Ada tawa, ada cinta, ada kegembiraan, bermain, dan belajar, film liburan yang berkualitas.

Terima kasih! Silakan baca ulasan / artikel lain:

Tags: Arie Kriting Dodit Mulyanto Film Indonesia Gina S Noer Gunnar Nimpuno Ibnu Jamil Karina Suwandi Kulari Ke Pantai Lil'li Latisha Lukman Sardi M Adhiyat Maisha Kanna Marsha Timothy Miles Film Mira Lesmana Mo Sidik Riri Riri Dani Varun Tandjung Tribe


Like it? Share with your friends!

467 shares

What's Your Reaction?

Unuseful Unuseful
0
Unuseful
Useful Useful
0
Useful