Review Film The Kid Who Would Be King (2019)


627 shares

SINOPSIS FILM THE KID WHO WOULD BE KING


Alex Elliot (Louis Ashbourne Serkis) adalah anak laki-laki yang bertolak belakang di sekolahnya. Tetapi saat ia mengejar dan mengusung pedang Excalibur kepunyaan raja Arthur, ia menyadari bahwa ia dipilih guna melawan Morgana (Rebecca Ferguson). Ia ditolong Merlin (Patrick Stewart) untuk menolong Alex mengungguli Morgana.

Adegan sekitar kredit film: Tidak Ada
Adegan sesudah kredit film: Tidak Ada

Info Film

  • Tanggal Rilis23 Januari 2019
  • Durasi120 menit
  • SutradaraJoe Cornish
  • Produser
  • Produksi20th Century Fox, Working Title Films, Big Talk Productions
  • Distributor20th Century Fox
  • GenreAdventure, Children’s/Family, Fantasy
  • Kelompok UmurSU

REVIEW & ULASAN FILM THE KID WHO WOULD BE KING


The Kid Who Would Be King menggabungkan hal-hal classic dan fancy menjadi film yang keren, lucu, sarat aksi dan pesan moral

The Kid Who Would Be King (2019) ialah film angan-angan keluarga yang ditulis dan disutradarai oleh Joe Cornish. Film berdurasi dua jam ini didistribusikan oleh rumah buatan 20th Century Fox dan adalah*film kerjasama antara Inggris – Amerika.

Cast yang tercebur dalam film ini dapat dibilang sangat pelbagai mulai dari pendatang baru hingga dengan aktor senior. Mereka ialah Louis Ashbourne Serkis, Tom Taylor, Rebecca Ferguson, Denise Gough, Dean Chaumoo, Rhianna Dorris, Angus Imrie dan Patrick Stewart.

Cerita The Kid Who Would Be King (2019) bermula dari suatu anak laki-laki mempunyai nama Alex Elliot (Louis Ashbourne Serkis) yang adalahanak dari seorang single parents Mary Elliot (Denise Gough). Alex adalahanak yang sangat lemah di sekolahnya sampai-sampai ia dan rekan dekatnya Bedders (Dean Chaumoo) adalah*korban bully abadi di sekolah.

Pembully mereka ialah Lance (Tom Taylor) dan Kaye (Rhianna Dorris) yang adalah kakak tingkat dari Alex. Yang memisahkan Alex dan Bedders ialah Alex ialah anak yang berani guna melawan saat ditindas sampai-sampai suatu ketika perkelahian antara Alex dan Lance juga pecah di sekolah yang mengakibatkan ia medapatkan hukuman bareng Lance dan Kaye.

Alex menjalani hukuman di sekolah hingga larut. Dalam pernjalanan kembali ke rumah, Alex bertemu dengan Lance dan Kaye yang berencana untuk menyerahkan pelajaran untuk Alex. Kejar-kejaran juga terjadi antara mereka hingga endingnya Alex terjatuh ke dalam suatu proyek konstruksi yang terbengkalai.

Di sana, Alex menyaksikan pedang yang tertancap dalam suatu batu dan berjuang untuk mencabutnya. Dengan mudahnya Alex sukses mencabut pedang itu dan membawanya kembali ke rumah. Tanpa Alex sadari, pedang itu ialah pedang yang mempunyai nama Excalibur kepunyaan Raja Arthur. Hanya anak keturunan raja sejatilah yang dapat mencabut pedang tersebut.

Tercabutnya Excalibur tidak melulu menetapkan Alex sebagai Raja Terpilih tetapi pun membangunkan kekuatan jahat Morgana (Rebecca Ferguson), saudara tiri dari Raja Arthur, yang awalnya terperangkap di dalam perut bumi sekitar berabad-abad. Di samping Morgana, tercabutnya Excalibur pun membuat penyihir baik Merlin (Angus Imrie) datang menggali Alex dengan menyamar sebagai rekan sekolahnya untuk menemani Alex melawan kekuatan jahat Morgana.

Alex yang awalnya buta bakal semua cerita tersebut mesti mencari teknik untuk menghadapi Morgana yang berambisi guna menguasai dunia dan menjadikan insan sebagai budak. Ia sukses mencari sekutu dengan meyakinkan Bedders, dan kedua musuhnya Lance dan Kaye guna bergabung bersamanya untuk mengamankan dunia. Bagaimana Alex dan teman-teman mencari teknik untuk melawan kekuatan jahat Morgana? Lalu berhasilkah Alex mengamankan dunia?

The Kid Who Would Be King (2019) muncul untuk memperingati petualangan klasik segala zaman dan memakai kembali legenda abadi masyarakat Inggris sebagai sarana pembelajaran mental dan moral baik dengan tidak sedikit tambahan baru dan canggih yang benar-benar menyenangkan untuk jenis film keluarga.

Di samping itu, film ini juga lumayan lucu, sarat aksi, dengan efek yang memuaskan. Hal-hal kecil laksana Patrick Stewart yang berambut tak waras dengan memakai sapatu boots dan kaos Led Zeppelin yang selalu hadir sebagai Merlin Tua, dan sejumlah lelucon yang benar-benar bagus dan tidak memaksa tidak jarang kali dapat menciptakan penonton tertawa bahagia.

Begitu pun dengan akting semua pemainnya yang terlihat lumayan natural dan menghibur. Banyak sekali hal-hal fancy dan classic yang digabungkan dalam film ini sampai-sampai menjadikan film ini dapat menjadi di antara film referensi yang mesti kalian tonton tahun tahun ini.

Apalagi bila disaksikan dengan keluarga, sebab film ini tidak sedikit mengajarkan moral baik yang dapat kalian sampaikan untuk anak-anak. Bagaimana penasaran kan dengan film ini?


Like it? Share with your friends!

627 shares

What's Your Reaction?

Unuseful Unuseful
0
Unuseful
Useful Useful
0
Useful