MARY POPPINS RETURNS (2018) ULASAN: Sebuah Rendisi Baru Dengan Pesona Tua Yang Indah


1k share
MARY POPPINS RETURNS (2018) ULASAN: Sebuah Rendisi Baru Dengan Pesona Tua Yang Indah


Disney memiliki banyak stok film untuk disajikan kembali di layar lebar. Tidak hanya film animasi ditayangkan lagi dalam bentuk live action, tetapi Disney juga memiliki misi untuk membawa nostalgia kepada penonton. Salah satunya dengan membawa kembali tokoh legendaris dari Disney dan ini telah dicoba melalui sosok Winnie The Pooh yang hadir melalui film yang disutradarai oleh Marc Forster, Christopher Robin.
Kali ini giliran cerita yang film pertamanya diadaptasi dari buku P.L. Travers yaitu Mary Poppins. Sosok penjaga anak ajaib ini kembali dengan rentang waktu yang lama. Film pertama Mary Poppins dirilis pada tahun 1964 dengan Julie Andrews sebagai karakter utama. Robert Stevenson waktu itu adalah direktur untuk Mary Poppins. 54 tahun kemudian, Mary Poppins kembali menyapa hadirin generasi hari ini dengan banyak perubahan.
Perubahan pertama tentu saja kepada sutradara, Rob Marshall diangkat sebagai komando tertinggi untuk film ini. Tidak hanya itu, Julie Andrews tentu saja tidak kembali menjadi sosok Mary Poppins dan aktor wanita berbakat bernama Emily Blunt yang memiliki kesempatan untuk menggantikannya. Dimeriahkan dengan nama-nama lain mulai dari Ben Whishaw, Lin-Immanuel Miranda, Julie Walters, Meryl Streep, Colin Firth hingga Dick Van Dyke. Mary Poppins Kembali dipilih sebagai judul untuk sekuel ini.

Dengan periode waktu yang lama, tentu saja akan menjadi tugas Rob Marshall untuk mengembalikan kekuatan gaibnya Mary Poppins Kembali. Padahal, tugas utamanya tentu saja bukan hanya mengembalikan nostalgia tetapi juga memperkenalkan sosok Mary Poppins dengan generasi saat ini yang mungkin tidak tahu banyak tentang karakter film ini. Keyakinan pemirsa hari ini terhadap Mary Poppins Kembali ini tentu saja hanya bersandar pada namanya Disney sebagai perusahaan besar dan terkenal.
Apa yang terjadi adalah Mary Poppins Kembali tidak terlalu mengandalkan kesan nostalgia dalam film. Mary Poppins Kembali berfungsi sebagai rendisi nada baru yang sudah ada dalam film Mary Poppins sebelumnya. Atas dasar itu, tentu saja Rob Marshall memiliki semangat menyampaikan misinya untuk memperkenalkan Mary Poppins kepada semua generasi baik yang tahu maupun mereka yang tidak tahu. Belum lagi, penampilan Emily Blunt yang semakin memperkuat keindahan film ini.

Memang masih ada benang merah di antaranya Mary Poppins Kembali dengan film pendahulunya. Cerita masih berkutat pada karakter yang sama meskipun pengaturan tahun berbeda. Mary Poppins masih pergi ke Bank, yang bermasalah kali ini. Michael (Ben Whishaw) berada dalam krisis keuangan dan ada kabar buruk bahwa rumah yang ia tinggali bersama orang tuanya dan Jane (Emily Mortimer), adik perempuannya, harus disita oleh bank.
Kebingungan Michael semakin menjadi karena dia juga ditinggalkan oleh istri tercinta dan ditinggal oleh 3 anak yang dia cintai. Ketika Michael mulai sibuk dengan kesedihannya, pengasuh datang dengan kekuatan magis ketika Michael dan Jane masih muda. Ya, Mary Poppins (Emily Blunt) kembali ke keluarga Banks dan membantu Michael menjaga ketiga anaknya, John (Nathanael Saleh), Anabel (Pixie Davies), dan George (Joel Dawson).

Mary Poppins Kembali sebagai sebuah film berusaha menjadi media bagi penonton untuk merasakan kembali kegembiraan dan kebahagiaan menjadi anak yang suka berimajinasi. Seperti kisah dalam film di mana Mary Poppins hadir untuk ketiga anak kecil ini untuk melupakan beberapa peristiwa menyedihkan yang bahkan membuat masa kecil mereka tidak bahagia. Sementara itu, tanggung jawab Michael masih diceritakan sebagai orang dewasa yang mencari sertifikat yang dapat menyelamatkan rumahnya.
Rob Marshall sebagai direktur Mary Poppins Kembali masih memiliki visi untuk mewarisi keindahan dan pesona yang ada dalam film Robert Stevenson, Mary Poppins. Masih menjadikan film ini film musikal adalah salah satunya. Rob Marshall tentu bukan lagi orang baru dalam menggarap film musikal. Akan mudah untuk Mary Poppins Kembali untuk memiliki urutan musik yang sangat indah.
Musik masih memiliki ciri khas Rob Marshall yang sangat teatrikal. Mulai dari pendahuluan dari film ini yang telah mengantisipasi penonton untuk mengetahui apa yang mereka lihat sisanya dalam 130 menit. Beberapa sekuens musikal juga masih mengambil referensi dari film-film pendahulunya dengan penambahan animasi dua dimensi dengan pembaruan yang benar-benar memanjakan mata. Tentu saja, urutan mudah memancarkan kelambatan mereka.

Tidak hanya mewarisi keindahan melalui urutan musiknya, Mary Poppins Kembali masih menjadi pengingat semangat menjadi anak. Baik di film pertama dan di Mary Poppins Kembali ini masih membahas imajinasi seorang anak yang tidak boleh dibatasi. Terkadang seseorang yang sudah dewasa lupa betapa pentingnya menjadi anak sesekali. Entah menjadikannya media pelarian dari konflik orang dewasa semakin rumit, atau menjadikannya pencarian perspektif lain.
Mary Poppins sebagai karakter pengasuh adalah perwakilan dari pengendali pentingnya bersenang-senang sambil tetap bisa. Apa pun kehidupan di sekitar Anda, pastikan masih ada waktu dan kesempatan untuk tetap sadar dan tidak menjadi gila karena masalah. Ya, Mary Poppins tentu cocok dengan perusahaan Disneyyang selalu menghasilkan mimpi yang penuh kebahagiaan sehingga setiap produk anak-anak mereka selalu digunakan sebagai standar tentang perilaku anak.
Mary Poppins Kembali itu tidak datang sebagai karya yang sempurna. Dengan durasi 130 menit, Mary Poppins Kembalimungkin hadir cukup lama dengan beberapa konflik terentang. Meskipun demikian, beberapa adegan ini digunakan sebagai pesan implisit dan penyederhanaan konflik orang dewasa sehingga dapat disampaikan kepada anak-anak. Meski bukan hal baru, namun semangat itu selalu ada di film Mary Poppins.
Terlepas dari durasi yang agak terlalu lama, masih ada pertunjukan musik yang indah untuk dinikmati mulai dari Bisakah Anda Bayangkan Itu?, Perjalanan Fantastis Sedikit Ringan, Tempat Kemana Barang-Barang Hilang Pergi, untuk Tempat Untuk Pergi Tapi Naik yang menghangatkan hati. Tentu saja ini tidak tampak begitu kuat jika tidak ada kinerja yang sangat menarik dari Emily Blunt. Ia dapat menerjemahkan Mary Poppins dengan sangat baik dalam film terbarunya.

Lagu-lagunya juga memiliki catatan yang sama seperti beberapa lagu Mary Poppins di film-film sebelumnya Ayo Terbang Layang-layang untuk Satu Sendok Gula yang disusun oleh Marc Shaiman. Ini juga bukti bahwa Mary Poppins Kembali Properti Rob Marshall ini tidak hanya berlanjut warisan dari film Mary Poppins sebelumnya. Tapi, lebih dari upaya Rob Marshall untuk melakukan rendisi ulang dari not yang ada sehingga Mary Poppins Kembali tetap merupakan karya yang bisa berdiri sendiri tetapi tidak melupakan akarnya. Sangat cantik.


Like it? Share with your friends!

1k share

What's Your Reaction?

Unuseful Unuseful
0
Unuseful
Useful Useful
0
Useful