Komedi dengan Isu Menarik Penuh Potensi


577 shares
Komedi dengan Isu Menarik Penuh Potensi

Setelah Malam Datang untuk Kita,
Satu lagi film Indonesia yang sudah selesai diserahkan Netflix Originals. Guru
Gokil
, film itu milik Hiburan Dasar
yang menggaet Dian Sastrowardoyo sebagai salah satu produser dilepas
Film Netflix original dari Indonesia yang bisa ditonton di 190 negara. Sebelum
kencan pandemi, film ini tentu saja sudah dijadwalkan untuk menjadi film rilis di
Bioskop. Namun, keputusan yang menarik, karena Guru Gila akhirnya dirilis pada 17 Agustus kemarin layanan streaming.

Film ini tentunya memiliki kesempatan untuk disuguhkan kepada penontonnya
jangkauan yang lebih luas. Penonton yang sudah berlangganan Netflix memiliki
Keistimewaan bisa menonton film yang disutradarai oleh Sammaria Sari Simanjuntak ini
pertama. Melihat dari jajaran pemainnya, tentu menarik. Lihat
penampilan Gading Marten, Faradina Mufti, Boris Bokir, Asri Welas, bahkan Dian
Sastrowardoyo satu film dengan genre komedi.

Cerita yang diambil juga memiliki sudut pandang yang unik. Mencoba
mengambil dunia pendidikan sebagai latar belakang cerita
intrik tambahan. Dari trailer tersebut tentunya penonton akan mengetahui hal itu
film ini bukan sekedar drama komedi mengiris
hidup
, tetapi juga memasukkan elemen pencurian yang jarang ditemukan di Peerfilman
Indonesia.

Unik, menarik, tapi sungguh ……

Iya tapi kok kok potensinya belum keluar semua ya. Ada
banyak hal menarik yang di angkat dari film ini. Dari komedi tentang keluarga,
pendidikan, dan sekaligus memberikan kritik tentang pendidikan itu
sendirian. Hanya saja, ceritanya tumpang tindih, banyak yang mau
disampaikan tetapi hanya sedikit waktu dan tidak ingin terlalu rumit
durasi film itu sendiri. Jadi ya … Guru
Gokil
tidak terlalu representatif dengan kata "gokil" di judulnya.

Cerita dari Guru Gila
Ini aslinya berasal dari tokoh bernama Taat Pribadi (Gading Marten).
Dia adalah putra seorang guru terkenal di kampung halamannya. Tapi,
Taat berbeda dengan namanya. Dia mencoba memberontak, mencari keberuntungan
di kota lain untuk mencari nafkah. Sayangnya, usahanya belum membuahkan hasil.
Jadi, Obedient harus kembali ke kampung halamannya. Mencari nafkah di sana dengan
jadi profesi yang paling dia inginkan.

Ya, Jadi Guru. Profesi yang harus ditakuti sangat patuh. Tapi ini
salah satu cara agar dia bisa mendapatkan uang agar dia bisa mendapatkan
pekerjaan impiannya yang lain. Bahkan ketika dia menjadi guru, ada masalah.
Ini bukan hanya masalah pribadi, ini masalah yang lebih besar. Ada perampokan
terjadi di sekolah tempat Obedient bekerja. Bersama dengan guru lainnya, seperti
Rahmi (Faradina Mufti), Nirmala (Dian Sastrowardoyo), dan Pak Manul (Boris
Bokir).

Liku-liku kehidupan Pak Taat memang menarik. Sayang, tidak semuanya
Kegelisahan Pak Taat bisa tersampaikan dengan baik. 30 menit pertama Guru Gila ini terasa sangat penuh
dengan cerita yang saling bertentangan untuk diceritakan. Ada semacam perasaan tergesa-gesa
memperkenalkan karakter Obedience hingga akhirnya memasuki konflik yang sebenarnya
dalam film ini.

Mungkin benar, jika kata produser dalam beberapa wawancara
film itu Guru Gila ini
mengatakan bahwa film ini tidak menekankan pada setting sekolah. Tapi lebih dari itu
tentang konflik lain yang lebih besar. Hanya saja, dengan karakter penurut dan
keluarganya yang memiliki Latar Belakang
Itu, rasanya sedikit sayang jika setting sekolah tidak digali.
Apalagi dalam kesimpulannya, film ini menggunakan karakter pendukung dalam
sekolah yang memegang peranan penting.

Inilah yang membuatnya Guru
Gokil
mungkin kurang lekat dengan karakter satu sama lain. Tapi, buatlah
Anda menontonnya untuk hiburan, tentu saja film ini akan
memenuhi harapan. Meski beberapa kicauan komedinya, ada beberapa
kangen, tapi berkat line-upnya, ada getaran komedi yang terbawa. Dan
Nuansa komedi yang kental muncul dari karakter Dian Sastrowardoyo.

Dian
Sastrowardoyo dengan peran kecilnya yang mencuri perhatian.

Memang tidak bisa lepas dari kenyataan bahwa Dian Sastrowardoyo bisa
selalu mampu mencuri perhatian di film-filmnya. Salah satunya juga ada di film Guru Gila ini. Dalam peran
Gadis kecil seperti Ibu Nirmala yang berbeda dengan karakter Dian
Biasanya Sastrowardoyo, dia penyelamat film. Setiap kali dia ada di tempat kejadian,
berhasil mengubah film menjadi lebih ceria.

Namun, bukan berarti pemain lain tidak bisa bermain bagus.
Faradina Mufti sebagai Ibu Rahayu yang bitchy-bitchy lucu juga tetap tegar
tokoh utama dalam perjalanan cerita di Guru
Gokil
. Padahal, sisi lain daya tarik Bu Rahayu belum
tersampaikan dengan kuat karena cerita menarik dan menarik lainnya
semuanya terganggu.

Cuma balik lagi, buat yang mau nonton film indonesia lagi di
selama pandemi, Guru Gila ini
bikin kangen nonton film indonesia di bioskop. Guru Gila masih punya cukup amunisi untuk menghibur karena
masih tidak bercanda. Isu tersebut juga penting sebagai refleksi meski sebenarnya tidak
menggali lebih dalam. Itu tetap bisa ditonton meski potensinya bisa diperkuat lagi.


Like it? Share with your friends!

577 shares

What's Your Reaction?

Unuseful Unuseful
0
Unuseful
Useful Useful
0
Useful